{[['
']]}
MAKALAH PAI
MENINGKATKAN
KEIMANAN KEPADA MALAIKAT
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas PAI

X-TKJ 1
KELOMPOK
2
1. Ari
Ramdani
2. Dinda Ersa Juliana
3. Iis Sapitri
4. Rian
Indra Permana
5. Sri Endah Nurmalasari
6. Windi Andriani
SMK NEGERI 1 RAJADESA
Jln. Raya
Kubang Atas No. 05 Sirnabaya Rajdesa
KEMENTRIN
AGAMA 2014
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nya, kami telah berhasil menyusun makalah Materi Pendidikan Agama Islam
dalam bab “Meningkatkan Iman Kepada Malaikat”.
Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui
pemberian dan pemupukan pengetahuan dengan berbagai permasalahan yang ada,
kajian teori, dan analisa yang telah ditulis dengan bahasa yang mudah untuk
dimengerti bagi siapa saja yang ingin membaca dan memahaminya. Sehingga menjadi
manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya kepada
Allah SWT.
Kemudian kepada semua pihak yang membantu dan memberikan dukungan
penulisan makalah ini, bapak, dan ibu guru serta para pembaca, kami mengucapkan
terima kasih. Mohon kritik dan saran yang positif untuk kesempurnaan makalah
berikutnya.
Akhirnya,
semoga makalah ini bermanfaat dan memperoleh ridho dari Allah SWT.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN.................................................................... 1
1.1 Latar
belakang`...................................................................... 1
1.2 Rumusan
masalah.................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 2
2.1 Pengertian Malaikat.............................................................. 2
2.2 Sifat-sifat Malaikat................................................................ 2
2.3
Malaikat yang wajib di ketahui............................................. 3
2.3 dalil
Iman Kepada Malaikat.................................................. 4
2.4 Iman Kepada Malaikat......................................................... 5
2.5 Perilaku Beriman Kepada Malaikat.................................... 8
BAB III PENUTUP.............................................................................. 10
3.1
Kesimpulan............................................................................... 10
3.2 Saran-Saran............................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai umat
islam kita mengetahui bahwa iman adalah mambenarkan dalam hati secara pasti
atas segala yang telah dabawa dan disampaikan oleh nabi Muhammad SAW,yang
terkadang dalam pengakuan secara lisan dan dibenarkan oleh hati serta
diaktualisasikan dalam pelaksanaandengan segala rukun – rukun yang tercakup
didalamnya juga tercakup didalamnya pengucapan dua kalimat syahadat
(syahadatain) dan keyakinan secara pasti didalam hati dasertai ketaatan dan
selalu menjauhkan diri dengan segala yang diharamkan allah. Adapun rukun iman
itu ada enam yaitu iman kepada allah, malaikat-malaikat allah, kitab-kitab
allah, utusan-utusan allah, hari kiamat dan qodho dan qodar.
Dalam
penulisan yang singkat ini pemakalah akan mengkaji rukun iman yanh kedua yaitu
tentang iman kepada malaikat allah.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian Malaikat?
2. Seperti
apakah malaikat?
3. Bagaimana
kita mengimani malaikat?
4. Bagaimana
perilaku beriman kepada malaikat?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Malaikat
Perlu
diketahui, malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi)
adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya). Dan Allah
menciptakan malaikat terdapat empat malaikat yang mulia, yaitu: israfil,
mikail, jibril dan izrail. Kepada keempat malaikat yang empat itulah kemudian
Allah menyerahkan segala urusan para makhluk yang berada didalam semesta ini.
Kemudian kepada malaikat jibril Allah msemberi tugas sebagai penyampai wahyu
dan risalah. Pada malaikat mikail Allah memberi tugas sebagai pengatur hujan
dan membagi rhzki. Kepada malaikat izrail Allah memberi tugas sebagai pencabut nyawa
dan pada malaikat isrofil Allah memberinya tugas sebagai peniup sangkakala.
Dalam suatu
riwayat Ibnu Abbas ra. Berkata: bahwasanya malaikat isrofil memehon kepada
Allah SWT agar diberinya kekuatan untuk membawa langit tujuh. Kemudian Allah
mengabulkannya dan membetinya kekuatan lagi untuk menguasai angin. Allah juga
memberinya kekuatan untuk mencabut gunung. Kemudian Allah memberinya kekuatan
memegang binatang buas dan Allah memberinya rambut yang lebat yaitu mulai dari
bawah kedua telapak kakinya hingga kepalanya. Sedangkan beberapa mulut dan
lisannya ditutup dengan beberapa hijab yang sama membaca tasbih kepada Allah
disetiap lisannya dengan seribu bahasa. Kemudian dari isrofil itulah Allah
menciptakan sejuta malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allh SWT sampai
hari kiamat.
2.2 Sifat-Sifat Malaikat
Manusia tidak dapat mengetahui hakekat malaikat
kecuali apa yang datang dari Rasulullah r. Oleh karenanya kita mencukupkan diri
dengan apa yang ada nashnya tidak mengatakan kecuali ada dalil tentangnya. Di
antara sifat yang disebutkan di dalam nash adalah sebagai berikut:
1. Mereka diciptakan dari cahaya
2. Mereka tidak dapat dilihat
3. Malaikat dapat berubah wujud
4. Mereka
memiliki kekuatan yang luar biasa
5. Mereka
taat kepada Allah dan bersegera melaksanakan perintah-Nya
6. Mereka
senantiasa mendekatkan diri kepada Allah
7. Mereka
tidak menikah dan tidak memiliki keturunan
8. Ada di antara mereka yang
menjadi utusan Allah untuk menyampaikan syariat kepada para nabi
9. Mereka mampu naik turun antara langit dan bumi
10. Mereka takut kepada Allah walaupun mereka
tidak bermaksiat dan senantiasa beribadah
11. Mereka diciptakan sebelum diciptakannya Adam
12. Mereka memiliki sayap dua, tiga, empat, dan
lebih
2.3
Malaikat yang wajib diketahui
1.
Malaikat
Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada Nabi dan Rasul.
- Malaikat Mikail yang bertugas memberi
rizki / rejeki pada manusia.
3.
Malaikat
Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
4.
Malaikat
Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
5.
Malikat
Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan
manusia di alam kubur.
6.
Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan
dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama
Malaikat Munkar.
7.
Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki
tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
8.
Malaikat Atid / Atit yang memiliki
tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika
hidup.
9.
Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk
menjaga pintu neraka.
10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga
pintu sorga / surga.
2.4
Iman Kepada Malaikat
Maksud iman
kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan
rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan perintah dan
larangannya. Mereka adalah utusan Allah kepada para RosulNya. Oleh karena itu,
barang siapa yang tidak mengimani mereka maka ia kafir terhadap kitab-kitab dan
para rosulNya .
Sebab itu
pula, iman kepada malaikat didahulukan daripada iman kepada kitab dan rosulNya.
Sebagaimana yang terdapat dalam Al-qur'an dan hadist.
Imam
Al-jalil alhadhrowi berkata dalam kitab syu'ab al-iman, "ketahuilah semoga
Allah memberikan rahmat padamu bahwa iman kepada malaikat itu wajib seperti
iman kepada para rosul. Orang yang menentang iman kepada malaikat adalah kafir
dan Allah tidak menerima keimanannya. Karena ia telah mendustai kitab-kitab dan
para rosulNya.
Antara
malaikat satu dengan yang lainnya memeliki beberapa perbedaan,seperti kedudukan
dan bahwa Allah SWT menciptakan malaikat bersayap. Jumlah sayap merekapun
berbeda-beda tergantung dengan kehendak Allah SWT. Kedudukan dan status
malaikat erta kemampuan cepat atau lambat srta perpindahan mereka dari satu
tempat ketempat yang lain.
Jumlah
mereka banyak sekali dan tidk diketahui seara pasti, hal ini terjadi pada
perang badar ketika Allah menurunkan beribu- ribu malaikt yang membantu kaum
muslimin untuk melawan musuh islam yaitu bangsa quraisy. Akan tetapi jumlahnya
mereka yang banyak itu yang wajib diimani hanyalah 10 malaikat.
2.5
Dalil Iman Kepada Malaikat
Banyak
aspek yang harus diimani manakala seorang muslim hendak mendapatkan
kesempurnaan iman kepada Allah swt. Allah swt telah menciptakan dan menetapkan
segala sesuatu yang harus diimani, dilakasanakan, dan atau ditinggalkan. Salah
satu aspek yang harus dipenuhi oleh seorang muslim untuk dapat memperoleh
kesempurnaan iman kepada Allah swt adalah juga dengan beriman kepada
malaikat-malaikat Allah swt.
Beriman
kepada malaikat merupakan salah satu perkara yang wajib dimiliki oleh setiap
jiwa-jiwa muslim. Karena hal ini merupakan salah satu syarat untuk menuju
kesempurnaan iman kepada Allah swt. Beriman kepada malaikat-malaikat Allah swt
merupakan satu perkara wajib, yang telah diperintahkan bagi umat muslim oleh
Allah swt dan Rasulullah saw, sebagaimana tercantum di dalam Al Quran dan Al
Hadits. Berikut beberapa dalil berkenaan dengan iman kepada malaikat-malaikat
Allah swt yang kami kutip dari Al Quran dan Al Hadits.
Firman
Allah swt:
”Wahai
orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan
kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah
turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang
itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
“Barang
siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril
dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al
Baqarah: 98)
“Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
“Rasul
telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian
pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka
mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain)
dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.”
(mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat
kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
“Al
Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula
enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan
dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan
mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
“Dan
malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan
orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al
Haqqah: 17)
“Dan
tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah
Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi
orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan
supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi
Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang
di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang
dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah
Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada
siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu
melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi
manusia.” (QS. Al Muddatstsir: 31)
“(yaitu)
syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang
saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang
malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil
mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat
kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
“Dan
kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang
di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada
(pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”
(QS. Al Anbiyaa’: 19-20)
Sabda
Rasulullah saw:
“Rasulullah
saw. pada suatu hari bersama para sahabat, lalu seorang laki-laki datang
padanya kemudian berkata; “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” Rasul menjawab,
“Iman adalah kamu beriman pada Allah, malaikat, kitabNya, bertemu denganNya,
para Rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan.””
“Ya
Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan
bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara
hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada
kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau
memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya
Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi para malaikat)
dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar
daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Pada
hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang
menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para
malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR.
Imam Malik, Hadits ini shahih)
“Terkadang
malaikat menjelma kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara
kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” (HR. Bukhari)
“Malaikat
malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
“Allah
menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan
menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.”
(HR. Muslim)
Wallahua’lam
2.6
Perilaku
Beriman Kepada Malaikat
Sesungguhnya
malaikat memenuhialam semesta ini, sampai tak ada satu jengkalpun didunia ini
kecuali mereka ada disana. Sebab itulah, Rasulallah melaran kita untuk
menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air kecil dan buang air
besar. Untuk menghormati para malaikat yang sedang melakukan sholat dan
menghadap qiblat. Oleh karena itu, iman kepada mereka hukumnya wajib.
Contoh- contoh perilaku beriman kepada malaikat
# berkata jujur, menepati janji, dan menjaga amanah
# sabar,
syukur, ikhlas, tawakal
# sellu
mengerjakan perintahnya dan menjahui larangannya
Dan diantara
sifat- sifat yang harus dijahui yaitu:
A.
sifat marah dan kesenangan
kemarahan
adalah bencana yang merusak akal. Apabila akal sedang lemah, menyeranglah bala
tentara syaitan itu, lagi pula setiap manusia yang marah, syaitan selalu
mempermainkannya sebagaimana seorang anak kecil mempermainkan bola. Dan benar-
benar telah disebutkan bahwa sementara wali- wali Allah berkata pada iblis:
"perhatikanlah padaku bagaimana cara engkau menguasai anak cucu
Adam". Dia berkata:" aku menangkapnya ketika marah dan senang.
B.
Sifat Tama' (mengharap) Manusia
Benar- benar
telah diriwayatkan dari sofwan bin salim, sesungguhnya iblis menjelma keada
Abdullah bin Hadlola dan berkata padanya". hi ibnu hadhola, hafalkanlah
sesuatu dariku, aku akan mengajarkannya padamu". Berkatalah Abdullah bin
Hadholah padanya: aku tidak butuh itu". Iblis berkata: perhatikanlah.
Kalau dia baik bisa kau ambil dan kalau buruk kau bisa menolaknya. Hai ibnu
hadhola, janganlah engkau meminta pada manusia dengan permintaan mengharap dan
perhatikan bagaiman engkau waktu marah, karena aku menguasaimu ketika engkau marah".
Dari contoh-
contoh diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jangan sekali- kali kalian
melakukan perbuatan yang tidak sesuai syariat. Karena malaikat selalu bersama
kita untuk mencatat semua amal perbuatan
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
· Malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk
tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya).
· Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara
antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan
perintah dan larangannya.
· Perilaku beriman kepada malaikat, seperti: berkata jujur, menepati janji
dan menjaga amanah.
3.2
Saran saran
Harapan kami
semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan,
terutama bagi para mahasiswa PAI, namun tidak menutup kemungkinan makalah ini
bisa sesempurna mungkin, maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami
harapkan terutama dari Ibu guru pengampuh.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Uthaimin, Muhammad Shaleh. Tt. Apakah
yang Dimaksud dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. –
Ghazali, Imam. Tt. Membersihkan
Jiwa dari Sifat Tercela untuk Meraih Sifat Terpuji. Surabaya: Bintang Usaha
Jaya
Labib. Tt. Penciptaan Nur
Muhammad sebelum Kejadian Makhluk. Surabaya: Bintang Usaha Jaya
Muhammad,
Imam. 2009. Menggapai Kebahagiaan H
LKS Pendidikan Agama Islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar