Total Pageviews

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu

Pages - Menu

Translate

Subscribe

Followers

About Me

Followers

Random Post

Link Footer Test

Test Footer

Latest Games

Cara Agar Kita Selalu Ingat Kepada Allah

assalamuailakum.wr.wb
Semua orang pasti mendambakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan dalam hidup. Ia berharap agar ALLAH selalu hadir dan membimbing segala aktivitas hidupnya. Salah satu cara efektif agar senantiasa merasakan tenang, damai, dan bahagia dalam hidup adalah zikrullah ( Selalu Ingat ALLAH ) dengan do'a dan zikir yang disertai perenungan dan pengamalan intensif.

Selalu ingat ALLAH, akan menumbuhkan kesadaran dan pencerahan Ruhani, Selalu ingat ALLAH, dapat membuahkan komitmen untuk hidup seuai dengan konsep ALLAH. Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan mendapatkan penghargaan tertinggi dari ALLAH.

Dengan selalu inggat ALLAH, hidup kita akan bertabur cahaya ALLAH. Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan meraih begitu banyak kebaikan dari ALLAH.Dengan selalu ingat ALLAH, kita akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah amalan yang menjadi rahasia dan kunci sukses kehidupan Rasulullah, para shabat, dan generasi Rabbani. Karena, aktivitas kehidupan mereka tidak melalaikannya dari Selalu Ingat ALLAH.

  1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
    Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya
  2. Sholat tahajud
    Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.
  3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
    Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.
  4. Membayangkan tidur di dalam kubur.
    Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.
  5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
    Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……
  6. Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.
  7. Bergaul dengan orang-orang sholeh.
    Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.
  8. Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
    Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.
  9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.
  10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.
  11. Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.
  12. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
    Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.
  13. Membayangkan surga-Nya.
    Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin…..

    Semoga bermanfaat...  wassalamualaikum wr.wb

MAKALAH "MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT"


MAKALAH PAI
MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA MALAIKAT
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas PAI

SMKN 1 RAJADESA.jpg
X-TKJ 1
KELOMPOK 2
1.   Ari Ramdani
2.   Dinda Ersa Juliana
3.   Iis Sapitri
4.   Rian Indra Permana
5.   Sri Endah Nurmalasari
6.   Windi Andriani
SMK NEGERI 1 RAJADESA
Jln. Raya Kubang Atas No. 05 Sirnabaya Rajdesa
KEMENTRIN AGAMA 2014


KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, kami telah berhasil menyusun makalah Materi Pendidikan Agama Islam dalam bab “Meningkatkan Iman Kepada Malaikat”.
Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan dengan berbagai permasalahan yang ada, kajian teori, dan analisa yang telah ditulis dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti bagi siapa saja yang ingin membaca dan memahaminya. Sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Kemudian kepada semua pihak yang membantu dan memberikan dukungan penulisan makalah ini, bapak, dan ibu guru serta para pembaca, kami mengucapkan terima kasih. Mohon kritik dan saran yang positif untuk kesempurnaan makalah berikutnya.
Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat dan memperoleh ridho dari Allah SWT.


Penyusun






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................               i
DAFTAR ISI.........................................................................................               ii
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................               1 
1.1  Latar belakang`......................................................................               1
1.2  Rumusan masalah..................................................................               1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................               2
2.1 Pengertian Malaikat..............................................................               2
2.2 Sifat-sifat Malaikat................................................................                2
2.3 Malaikat yang wajib di ketahui.............................................              3
2.3 dalil Iman Kepada Malaikat..................................................              4
2.4 Iman Kepada Malaikat.........................................................               5
2.5 Perilaku Beriman Kepada Malaikat....................................               8
BAB III PENUTUP..............................................................................               10 
3.1 Kesimpulan...............................................................................            10
3.2 Saran-Saran.............................................................................             10
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................               11




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sebagai umat islam kita mengetahui bahwa iman adalah mambenarkan dalam hati secara pasti atas segala yang telah dabawa dan disampaikan oleh nabi Muhammad SAW,yang terkadang dalam pengakuan secara lisan dan dibenarkan oleh hati serta diaktualisasikan dalam pelaksanaandengan segala rukun – rukun yang tercakup didalamnya juga tercakup didalamnya pengucapan dua kalimat syahadat (syahadatain) dan keyakinan secara pasti didalam hati dasertai ketaatan dan selalu menjauhkan diri dengan segala yang diharamkan allah. Adapun rukun iman itu ada enam yaitu iman kepada allah, malaikat-malaikat allah, kitab-kitab allah, utusan-utusan allah, hari kiamat dan qodho dan qodar.
Dalam penulisan yang singkat ini pemakalah akan mengkaji rukun iman yanh kedua yaitu tentang iman kepada malaikat allah.
1.2  Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Malaikat?
2. Seperti apakah malaikat?
3. Bagaimana kita mengimani malaikat?
4. Bagaimana perilaku beriman kepada malaikat?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Malaikat
Perlu diketahui, malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya). Dan Allah menciptakan malaikat terdapat empat malaikat yang mulia, yaitu: israfil, mikail, jibril dan izrail. Kepada keempat malaikat yang empat itulah kemudian Allah menyerahkan segala urusan para makhluk yang berada didalam semesta ini. Kemudian kepada malaikat jibril Allah msemberi tugas sebagai penyampai wahyu dan risalah. Pada malaikat mikail Allah memberi tugas sebagai pengatur hujan dan membagi rhzki. Kepada malaikat izrail Allah memberi tugas sebagai pencabut nyawa dan pada malaikat isrofil Allah memberinya tugas sebagai peniup sangkakala.
Dalam suatu riwayat Ibnu Abbas ra. Berkata: bahwasanya malaikat isrofil memehon kepada Allah SWT agar diberinya kekuatan untuk membawa langit tujuh. Kemudian Allah mengabulkannya dan membetinya kekuatan lagi untuk menguasai angin. Allah juga memberinya kekuatan untuk mencabut gunung. Kemudian Allah memberinya kekuatan memegang binatang buas dan Allah memberinya rambut yang lebat yaitu mulai dari bawah kedua telapak kakinya hingga kepalanya. Sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa hijab yang sama membaca tasbih kepada Allah disetiap lisannya dengan seribu bahasa. Kemudian dari isrofil itulah Allah menciptakan sejuta malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allh SWT sampai hari kiamat.
2.2    Sifat-Sifat Malaikat

Manusia tidak dapat mengetahui hakekat malaikat kecuali apa yang datang dari Rasulullah r. Oleh karenanya kita mencukupkan diri dengan apa yang ada nashnya tidak mengatakan kecuali ada dalil tentangnya. Di antara sifat yang disebutkan di dalam nash adalah sebagai berikut:

1.   Mereka diciptakan dari cahaya
2.   Mereka tidak dapat dilihat
3.   Malaikat dapat berubah wujud
4.   Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa
5.   Mereka taat kepada Allah dan bersegera melaksanakan perintah-Nya
6.   Mereka senantiasa mendekatkan diri kepada Allah
7.   Mereka tidak menikah dan tidak memiliki keturunan
8.   Ada di antara mereka yang menjadi utusan Allah untuk menyampaikan syariat kepada para nabi
9.   Mereka mampu naik turun antara langit dan bumi
10. Mereka takut kepada Allah walaupun mereka tidak bermaksiat dan senantiasa beribadah
11.  Mereka diciptakan sebelum diciptakannya Adam
12.  Mereka memiliki sayap dua, tiga, empat, dan lebih

2.3         Malaikat yang wajib diketahui
1.        Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada Nabi dan Rasul.
  1.   Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
3.        Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet  sangkakala di waktu hari kiamat.
4.        Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
5.        Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
6.      Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
7.      Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
8.       Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.
9.      Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
10.   Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

2.4    Iman Kepada Malaikat
Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan perintah dan larangannya. Mereka adalah utusan Allah kepada para RosulNya. Oleh karena itu, barang siapa yang tidak mengimani mereka maka ia kafir terhadap kitab-kitab dan para rosulNya .
Sebab itu pula, iman kepada malaikat didahulukan daripada iman kepada kitab dan rosulNya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-qur'an dan hadist.
Imam Al-jalil alhadhrowi berkata dalam kitab syu'ab al-iman, "ketahuilah semoga Allah memberikan rahmat padamu bahwa iman kepada malaikat itu wajib seperti iman kepada para rosul. Orang yang menentang iman kepada malaikat adalah kafir dan Allah tidak menerima keimanannya. Karena ia telah mendustai kitab-kitab dan para rosulNya.
Antara malaikat satu dengan yang lainnya memeliki beberapa perbedaan,seperti kedudukan dan bahwa Allah SWT menciptakan malaikat bersayap. Jumlah sayap merekapun berbeda-beda tergantung dengan kehendak Allah SWT. Kedudukan dan status malaikat erta kemampuan cepat atau lambat srta perpindahan mereka dari satu tempat ketempat yang lain.
Jumlah mereka banyak sekali dan tidk diketahui seara pasti, hal ini terjadi pada perang badar ketika Allah menurunkan beribu- ribu malaikt yang membantu kaum muslimin untuk melawan musuh islam yaitu bangsa quraisy. Akan tetapi jumlahnya mereka yang banyak itu yang wajib diimani hanyalah 10 malaikat.


2.5        Dalil Iman Kepada Malaikat
Banyak aspek yang harus diimani manakala seorang muslim hendak mendapatkan kesempurnaan iman kepada Allah swt. Allah swt telah menciptakan dan menetapkan segala sesuatu yang harus diimani, dilakasanakan, dan atau ditinggalkan. Salah satu aspek yang harus dipenuhi oleh seorang muslim untuk dapat memperoleh kesempurnaan iman kepada Allah swt adalah juga dengan beriman kepada malaikat-malaikat Allah swt.
Beriman kepada malaikat merupakan salah satu perkara yang wajib dimiliki oleh setiap jiwa-jiwa muslim. Karena hal ini merupakan salah satu syarat untuk menuju kesempurnaan iman kepada Allah swt. Beriman kepada malaikat-malaikat Allah swt merupakan satu perkara wajib, yang telah diperintahkan bagi umat muslim oleh Allah swt dan Rasulullah saw, sebagaimana tercantum di dalam Al Quran dan Al Hadits. Berikut beberapa dalil berkenaan dengan iman kepada malaikat-malaikat Allah swt yang kami kutip dari Al Quran dan Al Hadits.

Firman Allah swt:
”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al Muddatstsir: 31)
“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa’: 19-20)
Sabda Rasulullah saw:
“Rasulullah saw. pada suatu hari bersama para sahabat, lalu seorang laki-laki datang padanya kemudian berkata; “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” Rasul menjawab, “Iman adalah kamu beriman pada Allah, malaikat, kitabNya, bertemu denganNya, para Rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan.””
“Ya Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi para malaikat) dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik, Hadits ini shahih)
“Terkadang malaikat menjelma kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” (HR. Bukhari)
“Malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.” (HR. Muslim)
Wallahua’lam

2.6     Perilaku Beriman Kepada Malaikat
Sesungguhnya malaikat memenuhialam semesta ini, sampai tak ada satu jengkalpun didunia ini kecuali mereka ada disana. Sebab itulah, Rasulallah melaran kita untuk menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air kecil dan buang air besar. Untuk menghormati para malaikat yang sedang melakukan sholat dan menghadap qiblat. Oleh karena itu, iman kepada mereka hukumnya wajib.
Contoh- contoh perilaku beriman kepada malaikat
# berkata jujur, menepati janji, dan menjaga amanah
# sabar, syukur, ikhlas, tawakal
# sellu mengerjakan perintahnya dan menjahui larangannya
Dan diantara sifat- sifat yang harus dijahui yaitu:
A.    sifat marah dan kesenangan
kemarahan adalah bencana yang merusak akal. Apabila akal sedang lemah, menyeranglah bala tentara syaitan itu, lagi pula setiap manusia yang marah, syaitan selalu mempermainkannya sebagaimana seorang anak kecil mempermainkan bola. Dan benar- benar telah disebutkan bahwa sementara wali- wali Allah berkata pada iblis: "perhatikanlah padaku bagaimana cara engkau menguasai anak cucu Adam". Dia berkata:" aku menangkapnya ketika marah dan senang.

B.     Sifat Tama' (mengharap) Manusia
Benar- benar telah diriwayatkan dari sofwan bin salim, sesungguhnya iblis menjelma keada Abdullah bin Hadlola dan berkata padanya". hi ibnu hadhola, hafalkanlah sesuatu dariku, aku akan mengajarkannya padamu". Berkatalah Abdullah bin Hadholah padanya: aku tidak butuh itu". Iblis berkata: perhatikanlah. Kalau dia baik bisa kau ambil dan kalau buruk kau bisa menolaknya. Hai ibnu hadhola, janganlah engkau meminta pada manusia dengan permintaan mengharap dan perhatikan bagaiman engkau waktu marah, karena aku menguasaimu ketika engkau marah".

Dari contoh- contoh diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jangan sekali- kali kalian melakukan perbuatan yang tidak sesuai syariat. Karena malaikat selalu bersama kita untuk mencatat semua amal perbuatan
BAB III
PENUTUP
3.1          Kesimpulan
· Malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya).
· Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan perintah dan larangannya.
· Perilaku beriman kepada malaikat, seperti: berkata jujur, menepati janji dan menjaga amanah.
3.2          Saran saran
Harapan kami semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan, terutama bagi para mahasiswa PAI, namun tidak menutup kemungkinan makalah ini bisa sesempurna mungkin, maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan terutama dari Ibu guru pengampuh.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Uthaimin, Muhammad Shaleh. Tt. Apakah yang Dimaksud dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. –
Ghazali, Imam. Tt. Membersihkan Jiwa dari Sifat Tercela untuk Meraih Sifat Terpuji. Surabaya: Bintang Usaha Jaya
Labib. Tt. Penciptaan Nur Muhammad sebelum Kejadian Makhluk. Surabaya: Bintang Usaha Jaya
Muhammad, Imam. 2009. Menggapai Kebahagiaan H
LKS Pendidikan Agama Islam



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. SANGHIANG GITU LHO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger